“ Lomba Kampung Sehat” Kesiapan Desa Kembang Kuning Dalam Ketahanan Pangan

by -0 views
Masyarakat Desa Kembang Kuning Saat Panen Padi

lensainfo.com – Desa Kembang Kuning adalah Salahsatu Desa yang mengikuti lomba Kampung Sehat dari 76 Desa yang mengikuti Lomba Kampung sehat yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Timur, adanya Pandemi Covid – 19 sempat membuat perekonomian melemah secara Global, tak terkecuali di Kabupaten Lombok Timur dan berdampak di Desa – desa yang ada di Kabupaten Lombok Timur, oleh karena itu untuk mempertahan kan perekonomian terutama dalam hal ketahanan pangan, Pemerintah Desa diharapkan mampu membuat Inovasi demi untuk mempertahankan ketahanan pangan, minimal di Desa masing – masing

Ketahanan pangan merupakan salah satu lening Sektor yang dinilai dalam Lomba Kampung sehat, selain sector keamanan dan beberapa kategori penilaian lainnya.

Kepala Desa Kembang Kuning H.Lalu Sujian S.H mengatakan di Desa Kembang Kuning ada Empat kelompok usaha yang ada di wilayah Desa Kembang Kuning yang menjadi penunjang dalam ketahanan pangan di desa kembang kuning diantaranya:

1.Kelompok Perikanana Tekun Jangkar Hijau

sudah dibentuk sejak bulan Februari 2020 ,kelompok tani ini merupakan Binaan Polres Lombok Timur ,selaku Binaan dari Kasat Polair diketuai oleh Lalu Hamdan dengan jumlah Anggota sebanyak 35 orang, dengan luas Kolam 900 Meter Persegi terbagi menjadi 3 Kolam (per Kolam 300 Meter),

Kolam 1 diisi dengan Ikan Nila dengan jumlah bibit 15.000 Ekor dengan Hasil setelah Panen 2 Ton dan dijual /Kg 28.000,

Kolam ke 2 diisi dengan  Ikan Mujaer dengan jumlah bibit 20.000 Ekor dengan Hasil 2,3 Ton dan harga jual Rp 20.000/ Kg

Kolam ke 3 diisi dengan Ikan Lele, jumlah bibit 20.000 , dengan Hasil 2 Ton yang dijual per Kg Rp 18.000

disamping itu juga ada beberapa Kolam Pribadi milik warga yang tersebar di Desa Kembang Kuning dengan sistim Mina padi.

Ketiga Kolam Ikan milik Bumdes ini dipanen setelah 100 hari sejak masa pembibitan

Selain kolam ikan milik Bumdes juga terdapat  Kolam pribadi milik Masyarakt sekitar 150.000 bibit ikan

Setelah dilakukan Penen dijual di Masyarakat setempat, dimasukan ke Lesehan – lesehan setempat, ada pula yang dipesan dari desa luar dan dipasarkan di Pasar Tradisional, rangkaian kegiatan pemasaran tetap dikoordinasikan/dikelola oleh Bumdes (badan usaha milik Desa)  Kembang Kuning, dari pembiayaan Modal baik Bibit, Pakan dan lain- lain berasal dari Bumdes Kembang Kuning

Untuk pembagian Hasil Panen Perikanan 70 % Untuk pengelola dan 30% untuk Bumdes Kembang Kuning

  1. Kelompok Tani Hidup Baru

Dibentuk tahun 2010 yang merupakan binaan dari Polres Lotim dan Kodim 1615 , Ketua atas nama Bapak Arpah, jumlah lahan keseluruhan sejumlah 25 Hektar, dengan jumlah anggota sejumla 43 Orang,  sementara yang akan dipanen besok sejumlah 1 Hektar, jumlah bibit yang disebar untuk satu Hektar sejumlah 25 Kg, sehingga jumlah bibit keseluruhan sejumlah 625 Kg Bibit, parietas bibit yang ditanam jenis bibit Ciherang

Dari hasil panen dengan luas lahan sejumlah 1 Hektar berkisar antara 6 sampai dengan 7 Ton  dengan kurun waktu panen sejak penanaman 120 Hari

untuk pemanenan memberdayakan Masyarakat setempat, untuk panen Satu Hektar lahan, membutuhkan sekitar 25 pekerja (Buruh Gabah) dengan sistem upah Rp 50.000 Per Kwintal.

Untuk Pembiayaan bibit dan pupuk disiapkan atau diberikan pinjaman dari Bumdes dan akan dilunasi nanti setelah Panen,  Setelah dilakukan Panen nantinya akan dijual / dibeli oleh Bumdes, untuk diolah oleh Bumdes dari Gabah Hingga menjadi Beras dan nantinya akan dijual kembali ke Masyarakat

3.Bumdes (Badan Usaha Milik Desa)

Bumdes Desa Kembang Kuning merupakan binaan Polres Lombok Timur, Bumdes ini memiliki Struktur kepengurusan, Manager atas nama Lalu Irwan Efendi S.Pt , Sekertaris Atas nama Lalu Wendi Wilian Amd dan Selaku Bendahara Sartini S.Com

Bumdes memiliki beberapa unit antara lain;

  • Unit Simpan Pinjam, menggunakan sistem simpan pinjam( Syari’ah ). Dengan cara memberikan Modal dan sistem bagi Hasil 70% untuk Pengelola Usaha dan 30 % untuk Pemodal / Desa
  • Unit Penjualan Sembako

Untuk unit Penjualan Sembako menggunakan sistem Cash dan Kredit, dengan cara memberikan Barang untuk diangsur oleh Masyarakat

  • Unit Toko Bangunan

Tersedia segala bentuk kebutuhan bangunan , modal murni dari Bumdes , Unit Toko Baangunan juga mengelola RTG (rumah tahan gempa) yang merupakan program Pemerintah Pusat

  • Unit Perbengkelan, Semua dibiayai oleh Bumdes ,dari pengadaan Sperpat sewa lokasi dan lain-lain disiapkan oleh Desa ,nantinya pekerja di bengkel tersebut akan digaji dengan cara bagi hasil.
  • Unit Perhotelan dan Pariwisata murni pembiayaan dari Bumdes maka hasilnya 100% ke Bumdes
  • Unit Kuliner

Unit Kuliner dikembangkan dengan membuat usaha Lesehan, yang penyediaan menunya dari usaha Desa, seperti Kolam milik kelompok Tekun jangkar Hijau, untuk Penyediaan Kopi dari,kelompok usaha Desa, seperti pengadaan Dodol Nanas, dodol nangka, dodol Pepaya dan lain-lain.

Jumlah Karyawan Bumdes Sejumlah 17 Orang dengan, selain Melakukan jual beli secara manual, juga melayani secara Online

Bumdes Desa Kembang Kuning Sudah meraih juara 1 tingkat Provinsi , Bumdes yang berbasis Aiti ini menggunakan Aplikasi USSI yang bisa dipergunakan untuk mengecek seluruh bentuk kegiatan maupun transaksi Bumdes

Hasil dari Bumdes Kembang Kuning minimal 1 Juta per Hari, sehingga per tahun Bumdes Desa Kembang Kuning bisa menghasilkan Laba Sekitar Rp 270.000.000 (Duaratus tujuh puluh juta)  Per tahun setelah dipotong Pajak dan Gaji Karyawan

Hasil Dari Bumdes Desa Kembang Kuning nantinya akan dipergunakan untuk kesejahteraan Masyarakat Desa Kembang Kuning dalam bentuk, Rabat Jalan ,perbaikan Irigasi, Gaji Marbot, Gaji Guru ngaji dan berbagai kebutuhan Masyarakat lainnya.

Program – program Desa Kembang kuning ini merupakan salah satu upaya Desa Kembang Kuning dalam rangka ketahanan pangan

4.Kelompok Sadar Wisata (Pok Darwis) Merupakan Binaan Polres Lotim dan Kodim 1615 Lotim

Pok Darwis ini dilakoni oleh Pelaku-pelaku Wisata, seperti pemilik Home Stay, Tracking,Restoran Guide, kesemuanya ini merupakan Unit dari Bumdes Desa Kembang Kuning, Destinasi Wisata yang ada di Desa Kembang Kuning antara lain, Air Terjun, Panorama Alam Panorama Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani, budaya seperti Rabbana, Kelentang Nunggal dan Adat Nyongkolan.

Untuk Wisatawan Manca Negara Ditarek Tarif Rp 20.000 (Duapuluh ribu), Sementara untuk Wisatawan Lokal ditarik Tarif Rp 5.000 (lima ribu)

Dari keseluruhan Modal penyertaan Dari Desa Sekitar Rp 200.000.000 dan Dari Tabungan Masyarakat (Selaku Pihak Ke Tiga) sejumlah Rp 800.000.000

Mayoritas Masyarakat Kembang Kuning 70%  berprofesi sebagai Petani, 20 % Bergerak dibidang Wisata

Dan 10% UMKM (usaha mikro kecil menengah)

Pok Darwis Desa Kembang Kuning pernah meraih juara 3 Tingkat Nasional pada tahun 2016 yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata

Pada Tahun 2018 Pernah menganugerahi Juara 2 Tingkat Provinsi dalam Hal Pengelolaan Dana Desa

Desa Kembang Kuning juga pernah meraih juara 1 Tingkat Nasional dalam Lomba Desa Nusantara Kategori Desa Wisata Berkembang pada tahun 2019 yang diadakan oleh Kemedes PDT (Kementrian Desa Pembangunan Daerah tertinggaldan transmigrasi)

Kapolres Lombok Timur melalui Kasubbag Humas Iptu Lalu Jaharudin berharap, dengan adanya Lomba Kampung Sehat berharap Pandemi COvid – 19 bisa segera berakhir, sehingga Masyarakat dapat Kembali beraktifitas secara Norma seperti sediakala. Pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.